Rabu, 19 Oktober 2011

Aspek kesiapan dalam Belajar


Kenali Aspek Kesiapan Belajar 
Tahukah Anda, apa saja yang menjadi aspek kesiapan belajar? Aspek-aspek tersebut merupakan pilihan. Ada orang yang cocok dengan aspek ABC, sedangkan yang lain lebih cocok dengan aspek XYZ. Yang penting adalah Anda mengenali aspek yang menjadi penentu kesiapan belajar Anda. Jika Anda mengenalnya, Anda dapat mempersiapkan diri secara maksimal.
a. Motivasi
    Motivasi tiap orang untuk belajar berbeda-beda. Motivasi sudah ada pada saat seseorang akan melakukan sesuatu, namun mungkin tidak Anda sadari. Anda perlu mengetahui apa sebenarnya motivasi belajar Anda. Atau bisa juga lebih khusus, misalnya apa motivasi Anda untuk mengambil matakuliah tertentu.
    Mungkin Anda mengikuti perkuliahan di UT untuk mendapatkan gelar sarjana sebagai syarat kenaikan pangkat. Apapun motivasi Anda, cobalah untuk mengenalinya. Bergabunglah dengan mahasiswa lain yang memiliki motivasi yang sama. Dengan cara tersebut, Anda akan dapat saling memotivasi untuk berhasil. Sebagai contoh: mahasiswa yang mengikuti kuliah di UT sebagai upaya untuk persyaratan kenaikan pangkat, mungkin dapat berkumpul bersama mereka yang memiliki tujuan yang sama untuk saling memotivasi. Bayangkan, jika teman Anda berhasil untuk naik pangkat setelah lulus UT, Anda tentunya akan termotivasi untuk mengikuti jejaknya bukan?!
    Anda juga dapat bergabung dengan mereka yang tujuan belajarnya berbeda untuk saling meningkatkan motivasi belajar. Apapun caranya, yang penting adalah memperkuat motivasi belajar 
b. Keteraturan/ketekunan
    Dalam mempelajari modul, maka orang yang mempunyai ketekunan tinggi akan berusaha membacanya sampai selesai secara teratur. Mereka akan merasa terganggu kalau suatu topik bahasan yang mereka baca belum terselesaikan. Sedangkan orang yang memiliki ketekunan rendah, mudah kehilangan minat untuk belajar. Mereka tidak merasa terganggu jika mereka tidak selesai membaca modul seluruhnya. Bagi tipe ini, mungkin tugas belajar yang cocok bagi mereka adalah tugas-tugas kecil yang termasuk “short assignment”. Cobalah membaca modul sedikit demi sedikit sambil diselingi kegiatan lain, seperti membuat ringkasan, atau mengerjakan tes formatif. Dengan cara memecah tugas belajar seperti itu, diharapkan Anda akan tetap termotivasi dalam menyelesaikan tugas jangka panjang, yaitu membaca modul secara keseluruhan.
c. Beban Tugas

    Tebalnya modul yang harus Anda pelajari seringkali mematahkan semangat untuk belajar. Namun bagi mahasiswa tertentu, semakin tebal atau banyak modul yang harus dibaca, semakin bersemangat dalam belajar. Di sisi lain, ada tipe orang yang justru menganggap berat untuk membaca modul yang banyak dan tebal. Mereka cenderung termotivasi jika beban belajar sedikit. Jika Anda termasukyang alergi terhadap modul yang tebal, maka Anda dapat mencoba untuk membuat tugas membaca modul menjadi “short assignment” seperti pada aspek ketekunan. Buat jadwal membaca modul yang tidak terlalu panjang. Bacalah modul sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah memecah beban tugas menjadi bagian kecil sesuai dengan tipe Anda untuk menjaga semangat belajar.
Jika Anda termasuk tipe kombinasi, maka Anda dapat menggabungkan kiat-kiat belajar dari kedua tipe yang lain.
d. Terstruktur/tidak terstruktur
 Mahasiswa tertentu memilih belajar dengan cara/aturan yang terstruktur.Misalnya, belajar dengan jadwal belajar yang teratur, membuat sistem kontrak dalam belajar, atau membutuhkan pengarahan yang rinci dari dosen maupun orang-orang yang lebih tahu. Sebaliknya, Anda mungkin merasa terbebani bila harus membuat jadwal belajar. Jika ini terjadi, Anda mungkin termasuk tipe orang yang tidak terstruktur. Anda tidak perlu merasa bersalah bila Anda justru tidak suka membuat jadwal belajar yang teratur. Anda tetap dapat membuat jadwal belajar dengan gaya Anda sendiri.



Faktor yang mempengaruhi kita dalam belajar


Pengaruh Lingkungan Belajar
Lingkungan mempengaruhi kemampuan Anda dalam berkonsentrasi untuk belajar. Anda akan dapat memaksimalkan kemampuan konsentrasi Anda, jika Anda mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap konsentrasi. Jika Anda dapat memaksimalkan konsentrasi, Anda mampu menggunakan kemampuan Anda pada saat dan suasana yang tepat. Dengan demikian Anda dapat menghemat energi. Coba bayangkan jika Anda termasuk orang yang suka belajar di tempat yang sepi dan tenang, sementara teman Anda mengajak belajar di rumahnya sambil memasang musik dengan keras. Mampukah Anda berkonsentrasi dengan maksimal?
Faktor lingkungan yang mempengaruhi konsentrasi belajar adalah suara, pencahayaan, temperatur, dan desain belajar.
a. Suara
    Tiap orang mempunyai reaksi yang berbeda terhadap suara. Ada yang menyukai belajar sambil mendengarkan musik keras, musik lembut, ataupun nonton TV. Ada juga yang suka belajar di tempat yang ramai, bersama teman. Tapi ada juga yang tidak dapat berkonsentrasi kalau banyak orang di sekitarnya. Bahkan bagi orang tertentu, musik atau suara apapun akan mengganggu konsentrasi belajar mereka. Mereka memilih belajar tanpa musik atau di tempat yang mereka anggap tenang tanpa suara. Namun, beberapa orang tertentu tidak merasa terganggu baik ada suara ataupun tidak. Mereka tetap dapat berkonsentrasi belajar dalam keadaan apapun.


b. Pencahayaan
    Pencahayaan merupakan faktor yang pengaruhnya kurang begitu dirasakan dibandingkan pengaruh suara. Mungkin karena relatif mudah mengatur pencahayaan sesuai dengan yang Anda butuhkan.




c. Temperatur
    Pengaruh temperatur terhadap konsentrasi belajar pada umumnya juga tidak terlalu dipermasalahkan orang. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa reaksi tiap orang terhadap temperatur berbeda. Ada yang memilih belajar di tempat dingin, atau sejuk; sedangkan orang yang lain memilih tempat yang hangat.


d. Desain Belajar
    Jika Anda sedang membaca, menulis, atau meringkas modul yang membutuhkan konsentrasi, coba perhatikan, apakah Anda merasa lebih nyaman untuk melakukannya sambil duduk santai di kursi, sofa, tempat tidur, tikar, karpet atau duduk santai di lantai? Jika salah satu cara tersebut merupakan cara yang membuat Anda lebih mudah berkonsentrasi untuk belajar, maka mungkin Anda termasuk orang yang membutuhkan desain informal atau cara belajar tidak formal yang santai.
    Jika Anda termasuk tipe yang membutuhkan desain formal, maka mungkin Anda lebih mudah berkonsentrasi jika belajar dengan kursi dan meja belajar. Lengkapi tempat belajar Anda dengan kalimat-kalimat positif, foto, gambar, atau jadwal belajar yang dapat meningkatkan semangat belajar Anda. Yang penting, sesuaikan dengan tipe Anda, baik tipe informal maupun tipe formal.
    Anda telah mengetahui faktor-faktor dalam lingkungan yang dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Jadi, maksimalkan lingkungan tersebut untuk memaksimalkan konsentrasi belajar Anda.

Senin, 17 Oktober 2011

Macam-Macam Kecerdasan Manusia


Menurut Gardner, setidaknya ada delapan kecerdasan dasar. Adapun kedeplapan kecerdasan dasar tersebut meliputi : kecerdasan lingustik, matematis-logis, spasial, kinestetis jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Keterangan ringkasnya adalah sebagai berikut (Pengertian, Komponen inti, Kegiatan budaya, Relevansi dengan kondisi kekinian, Profesi relevan, Contoh Figur)

1. Lingustik.
Kemampuan menggunakan kata secara efektif baik secara lisan maupun tulisan.
Kepekaan pada bunyi, stuktur, makna, fungsi kata, dan bahasa.
Budaya berbicara, pembacaan cerita, kesusastraan.
Kini komunikasi lisan dan tertulis memainkan peranan amat penting.
Guru, sekertaris, pendongeng, orator, politisi, sastrawan, penulis, editor, wartawan, ilmuwan sosial.
Virginia Wolf, Martin Luther King, Taufiq Ismail, Geonawan Mohamad, Pramudya Ananta Toer.




2. Metematis-Logis
Kemampuan menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran yang benar.
kepekaan pada dan kapasitas mencerna pola-pola logis atau numeris kemampuan mengolah alur pikiran yang panjang.
Penemuan ilmiah, teori metematika, sistem klasifikasi, dan penghitungan.
Semakin penting dengan munculnya komputer.
Insinyur, ahli matematika, akuntan pajak, ahli statistik, ilmuwan, programer komputer, ahli logika, filsuf.
Madame Currie, BlasiePascal, Albert Einstein, Andi Hakim Nasoetion.


3. Spasial
Kemampuan mempersepsi dunia spasial-visual secara akurat dan mentransformasikannya.
Kepekaan mempersepsi (merasakan) dunia spasial-visual secara akurat dan mentransformasi persepsi awal.
Karya-karya seni, Sistem navigasi, desain arsitektur, karya cipta.
Semakin pentinga dengan munculnya video dan teknologi visual lainnya.
Pemburu, pramuka, pemandu, dekorator interior, arsitek, seniman, ahli tata kota.


4.KinestetisJasmani
Kemampuan menggunakan seluruh tubuhnya.
Keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu.
Kerajinan tangan, kemampuan atletik, karya-karya drama, tarian , seni pahat.
Berperan penting selama periode agraris.
Pilot, Aktor, pemain pantomim, atlet, penari, perajin, pematung, ahli mekanik, dokter bedah, tukang kayu, montir.
Ben Johnson, Rudi Hartono, Pele

5. Musikal
Kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal dengan cara mempersepsi, membedakan, mengubah dan mengekspresikannya.
Kemampuan menciptakan dan mengapresiasi irama, pola titinada, dan warna nada apresiasi bentuk-bentuk ekspresi musikal.
Komposisi musik, penampilan di panggung, rekaman.
Berperan penting dalam budaya lisan, ketika komunikasi, lebih bersifat musikal.
Penikmat musik, kritikus musik, komposer, penyanyi.
Celin Dion, The Queen, Pavaroti, Beethoven, Adie MS, Erwin Gutawa.



6. Interpersonal
Kemampuan memperseosi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain.
Kemampuan mencerna dan meresoins secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan keinginan orang lain.
Dokumen politik, lembaga sosial.
Semakin penting dengan meningkatnya usaha-usaha dalam bidang jasa.
Politisi, Konselor, psikolog, event organizer, pengusaha.
Nelson Mandela, Mahatma Gandhi, Soekarno, Bill Gates.

7. Intrapersonal.
Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut.
Memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri.
Sistem keagamaan, teori psikologi, ritual hidup sehari-hari.
Terus memiliki peran penting karena perkembangan masyarakat yang semakin kompleks, yang banyak dihadapkan pada masalah-masalah pengambilan keputusan.
Psikoterapis, Pemimpin keagamaan.
Victor Frank.



8. Naturalis
Keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies flora san fauna di lingkungan sekitar.
Keahlian membedakan anggota-anggota suatu spesies, mengenali eksistensi spesies lain dan memetakan hubungan antara beberapa spesies baik secara informal, maupun formal.
Taksonomi umum, pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan, upacara berburu, mitologi ruh binatang.
Dewasa ini orang-orang yang peduli lingkungan memiliki peran semakin besar untuk melestarikan ekosistem yang terancam punah.
Peneliti alam , ahli biologi, dokter hewan, aktifis lingkungan pakar ekologim petani.
Charles Darwin, Jane Goodal.

VISI dan MISI

1.VISI

Seorang yang mau mengembangkan dirinya tentu memerlukan sebuah arah ke mana ia akan melangkah.Arah yang akan menjadi dasar pijakan inilah yang disebut sebagai VISI.VISI setiap orang akan dipengaruhi oleh bagaimana ia memandang dirinya,orang lain,serta lingkungan tempat ia tinggal.Bila kita mempunyai misi itu akan mengarahkan kita untuk belajar,dengan begitu kita juga akan membantu orang lain untuk membangun kepribadiannya.Karena pada dasarnya segala sesuatu yang kita capai tujuannya adalah untuk membaginya kepada manusia lainnya.

2.MISI 

Setelah kita menemukan misi,kita akan melengkampinya dengan MISI.Kita perlu perencanaan yang konkret untuk mencapai tujuan kita.Dengan membuat langkah kerja yang ideal dan konkret kita akan mencapai tujuan yang ingin kita capai tersebut.


VISI kami :

SIAP MENJADI PRIBADI YANG SIAP MENGEMBANGKAN DIRI KAMI MASING-MASING,DAN SIAP UNTUK MEMBANGUN DIRI ORANG LAIN

MISI kami :

Semester ini kami akan :

 - Dsiplin dengan waktu belajar
 - Menyelesaikan berbagai tugas sekolah dengan tepat waktu
 - Mengerjakan berbagai ujian yang diberikan guru dengan sebaik-baiknya.
 - Mau membantu teman dalam kesulitan belajar,dan berusaha semampu kami untuk membantu mereka


Pengalaman dalam belajar

Saat menjadi Tutor

Awalnya saya adalah anak yang tidak begitu tertarik dengan belajar sampai mati-matian untuk mendapatkan hasil yang maksimal,malah cenderung malas,karena saya merasa saya tidak punya tujuan seperti,"untuk apa sih gue belajar?"Namun karena nilai ulangan saya yang memuaskan,pada suatu kesempatan saya ditunjuk menjadi tutor,otomatis saya merasa ketakutan ditegang,"gimana bisa gue jadi tutor,ngerti pelajaran aja kagak,gimana mau ngajarin orang??"Tapi saya tetap semangat dan mendorong diri saya agar terjauh dari segala kesenangan sementara waktu,saya mengikuti bimbingan belajar sebagai tutor disekolah,dan belajar lebih giat dari sebelumnya di rumah untuk membuat teman-teman di kelompok saya dapat mengerti dengan penjelasan yang saya paparkan.Akhirnya waktunya tiba,saya menjelaskan tentang yang saya baca dan saya ketahui tentang materi tersebut segamblang-gamblangnya kepada teman-teman satu kelompok saya.
Lalu beberapa minggu kemudian ulangan mengenai bab ini diadakan,dan teman-teman saya mendapat hasil yang lumayan dari penjelasan saya dan tidak perlu mengikuti remedial.
Dari hal tersebut,saya merasakan gejolak yang menyenangkan didalam diri saya,saya senang ketika melihat teman-teman saya mengerti tentang penjelasan dan mendapatkan nilai yang cukup baik,semenjak saat itu saya  merasa bahwa dengan menjadi 'guru' bagi orang lain adalah hal yang menyenangkan dan ada rasa puas serta bangga yang muncul dari dalam diri saya.

Kemampuan yang tersembunyi

Selama ini saya merasa bahwa diri saya tidak mempunyai kemampuan khusus.Kedua orangtua sayalah yang memilihkan ekskul sewaktu saya SD,dan hanya mengikuti perkataan mereka.Tepatnya saya mengikuti ekskul olah vokal,saya mengikutinya tanpa tahu tujuan,dan tidak ada rasa senangan dari dalam diiri saya.Saya mengikuti ekskul ini selama tiga tahun,waktu yang cukup lama.
Lalu,setelah ujian akhir selesai,guru wali kelas saya menyuruh kami menyumbangkan suara kami di depan kelas.Saat tiba giliran saya,saya maju dengan sedikit 'takut-takut'.Lalu saya mulai bernyanyi,dan lagu yang saya bawakan pun selsai setelah beberapa menit.Alangkah menyenangkannya saya ketika seluruh kelas bertepuk tangan riuh kepada saya.Sungguh,hari itu adalah hari yang paling membahagiakan dan merupakan kenangan termanis dalam hidup saya,semenjak saat itu saya menyadari satu talenta/satu kemampuan yang tersembunyi didalam diri saya.Mulai saat itu saya merasakan kebahagiaan yang tak terkira saat saya bernyanyi,sungguh perasaan yang paling menyejukkan hati.Ternyata dengan giat berlatih,saya dapat mengembangkan suara saya dengan baik.Semenjak saat itu saya berusaha untuk melatih dan mencari tahu kemampuan apa yang sebenarnya ada di dalam diri saya dan harus terus saya asa.....: D


Kesadaran Baru

Awalnya,saya tidak mnyukai pelajaran matematika,menurut saya itu hanya pelajaran yang memusingkan dengan banyak angka - angka,dan gurunya yang 'killer'.Nilai matematika saya sungguhlah buruk.Namun saat menjelang ujian akhir mau tidak mau saya harus mempelajarinya walaupun agak enggan.Say belajar dari buku,banyak berlatih,dan lebih banyak bertanya pada teman saya yang lebih menguasai pelajaran tersebut.Setiap hari diadakan berbagai tes yang digunakan untuk melatih dan mengasa terus kemampuan kami.Lambat laun nilai matematika saya menjadi tidak seburuk nilai-niali yang ada di dalam rapor saya.Lalu,tibalah saatnya ujian akhir,saya mengerjakannya dengan perasaan senang karena mampu mengerjakan semua soal dengan baik,dan hanya beberapa soal saja yang sulit.
Ketika hasil ujian keluar,saya terkejut dengan hasilnya, angka 8,0 tertera di atas kertas tersebut,sungguh mengesankan tidak pernah saya bayangkan mendapatkan nilai sebagus itu sepanjang sejarah saya dalam belajar matematika (selalu remed dan mendapat nilai pas-pasan).
Semenjak saat itu saya menyadari dengan belajar segiat-giatnya,ternyata saya bisa mendapat nilai yang maksimal,sekalipun pelajaran tersebut terlihat sulit dan tidak menyenangkan.Ternyata ketika kita sudah mau membuka diri dan 'berteman' dengan pelajaran sesulit apa pun hasilnya pasti optimal.
Semenjak saat itu saya pun menjadi menyukai pelajaran berhitung,khususnya matematika.......
- - -

Enam Kunci Sukses Dalam Belajar

Keteguhan Hati
Dengan memiliki keteguahan hati dan cita-cita, seseorang tidak akan berhenti belajar di tengah jalan sebelum hasil yang diharapkan dapat tercapai.
Disiplin dan Belajar Secara Teratur
Dengan memiliki keteguhan hati, seseorang akan disiplin dan dituntut untuk belajar secara teratur untuk mencapai tujuannya. Keinginan bermalas-malasan, menganggap enteng pelajaran, dan keinginan mencapai kelulusan dengan mudah dengan begitu akan disingkirkan.
Anda harus mengembangkan pola belajar yang tersusun dan terencana, dan juga mentaati rencana belajar yang telah anda susun tersebut.

Kesehatan Jasmani dan Rohani
Dalam menciptakan kondisi belajar, kita juga harus memiliki jasmani yang sehat dengan cara memenuhi kebutuhan nutrisi secukupnya, bebas dari gangguan penyakit, kondisi fisk harus segar, dan fungsi pancaindra harus normal.
Disamping kondisi jasmani, tak kalah pentingnya adalah kondisi rodani atau psikis. Anda harus benar-benar siap untuk melakukan aktifitas belajar. Penyakit kejiawaan atau ketegangan-ketegangan emosional akan sangat menghambat proses belajar tersebut, dengan begitu, kondisi tersebut harus disingkirkan terlebih dahulu.

Lingkungan Belajar yang Kondusif
Berlangsung atau tidaknya proses belajar seseorang juga sangat dipengaruhi oleh faktor dukungan suasana lingkungan belajar. Suasana yang kondusif akan mendukung proses belajar seperti berada di ruangan yang terang, gambar-gambar pajangan atau aksesoris ruangan harus dipilih yang mampu memberikan suatu rangsangan dan semangat untuk belajar.

Sumber Belajar dan Kelengkapan Belajar
Jika anda ingin mendapatkan hasil belajar yang baik, anda harus mempersiapkan sumber-seumber belajar yang cukup mendukung, seperti buku-buku, majalah ilmiah, media massa, jurnal, dll. Semakin banyak tersedia bahan atatu sumber-sumber belajar yang dipelajari, akan semakin banyak pengetahuan yang dikuasai seseorang dalam belajar.
Selain sumber-sumber belajar, anda juga harus menyediakan perlengkapan belajar dengan lengkap dan baik, yaitu buku tulis, pulpen, tinta, pensil, penggaris, penghapus, busur, perekat, note, jangka, pensil warna, spidol, dll.

Teknik Belajar
Untuk mengarahkan pikiran dan perhatian dalam belajar, anda dituntut untuk menciptakan kondisi atau menghidupkan pelajaran agar tidak membosankan, seperti melakukan pemusatan perhatian dan pemusatan konsentrasi belajar pada pokok pembelajaran secara terarah. Anda juga harus merasakan bahwa belajar itu seolah-olah seperti sedang menikmati jalan cerita film, novel, atau cerpen, dengan begtiu akan lebih menyenangkan.
Yang dimaksud dengan teknik belajar itu cukup mudah dilaksanakan dan hanya perlu dibiasakan saja dalam belajar. Teknik belajar ini berintikan sebagai berikut:
- Upaya yang harus dilakukan: penetapan tujuan yang hendak dipelajari
- Mengupayakan bagaimana cara mendengar, mengembangkan cara membaca, atau cara mempergunakan dengan memakai kata tanya.
- Berupaya untuk menyusun rangkuman dan kesimpulan: yang dipelajaru dengan menggunakan kata-jata sendiri
- Berupaya melakukan evaluasi tingkat penguasaan materi pelajaran
- Berupaya melakukan pengulangan bagian-bagian yang belum dapat dikuasai.

Rencana Belajar

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah rencana kerja yang tepat dan terarah:
1. Konsentrasi
Carilah sebuah tempat yang hanya digunakan untuk belajar untuk memungkinkan kita menciptakan suasana dan lingkungan yang dilengkapi dengan banyak alat belajar dan gangguan, seperti:
- Telepon/handphone
- Game
- Televisi
- Junk food
- Orang yang berbicara di luar topik belajar kita
dan sediakan:
- Lampu yang cukup terang
- Ventilasi yang baik
- Kursi yang nyaman tetapi tidak membuat anda malas
- Ruang yang cukup untuk meletakkan buku atau catatan anda
- Air putih atau jus buah

2. Menciptakan Kondisi Belajar
a. Menciptakan suasana rileks dalam belajar agar kita bisa lebih berkonsentrasi
b. Bagilah waktu sebaik mungkin, jangan menggunakan waktu belajar bersamaan dengan kegiatan lain yang sedang menyibukkan anda
c. Berhentilah belajar ketika sedang lelah, dengan menggunakan waktu sejenak untuk rekreasi.
d. Selalu siap dengan kertas kosong yang bisa digunakan untuk coretan untuk mencatat kata penting hal-hal yang baru dipelajari.

3. Mengatur Waktu Belajar
a. Menetapkan target sekonkret mungkin belajar kita. Hasil belajar apa yang ingin saya capai?
b. Menetapkan waktu belajar berdasarkan materi yang perlu dipelajari. Usahakan untuk mempelajari materi yang lebih susah atau membutuhkan waktu yang lama terlebih dahulu.
c. Memanfaatkan sisa waktu untuk belajar. Sebaiknya selalu membawa sarana belajar (catatan, buku, peta, kartu kata, dll)
d. Jangan menunda belajar, lakukanlah sekarang juga. Karena dengan menunda, maka kita akan kehilangan banyak waktu dan banyak tugas menumpuk sehingga membuat kita lelah, stres, kurang percaya diri, waktu terbuang,dsb.
e. Buatlah kalimat yang bisa memberi motivasi bagi anda
Bila ternyata ada begitu banyak tugas yang harus diselesaikan, cobalah dengan mengelompokkanya pada bagian per bagian, lalu bisa diselesaikan sedikit demi sedikit.
Buatlah belajar anda menjadi belajar yang terorganisir. Siapkan materi, buku, dan catatan untuk tugas tersebut. Singkirkanlah segala hal yang menggangu konsentrasi anda untuk belajar atau mengerjakan tugas.
Setelah itu buatlah komitmen. Pastikan bahwa anda akan mengerjakan semuanya, dan mintalah orang lain yang dipercaya untuk menegur bila anda mulai tidak konsisten dengan komitmen anda.
Setelah semuanya selesai, pujilah diri anda sendiri, berilah penghargaan terhadap diri anda, beri hadiah dengan kegiatan yang menyenangkan.