Sabtu, 17 September 2011

Ayo isi....dan kamu akan tahu gimana gaya belajar kamu yang sesungguhnya......
Saat saya....
Visual
Auditorial
Kinestetik
mencoba untuk       berkonsentrasi...
Saya terganggu oleh kekacauan dan gerakan.Saya menyadari segala sesuatu yang ada dan terjadi di sekitar saya,yang orang lain tidak sadari.
Saya terganggu oleh suara,dan saya cenderung mengontrol jumlah dan jenis kebisingan di sekitar saya.
Saya terganggu oleh keributan,tapi saya cenderung diam dan mengasingkan diri sendiri.
melihat sesuatu...
Saya meilhat secara jelas,gambaran detail dalam pikiran saya.
Saya berpikir dalam suara dan bunyi-bunyian.
Saya meilhat gambar bergerak di pikiran saya.
berbicara dengan orang lain....
Saya merasa kesulitan untuk mendengar berlama-lama.
Saya senang mendengarkan,dan saya jadi tidak sabar untuk ikut bicara juga.
Saya begerak dan berkomunikasi dengan tangan saya.
menghubungi orang-orang...
Saya lebih memilih untuk bertatap muka.
Saya lebih memilih untuk berbicara lewat telepon untuk percakapan yang serius.
Saya lebih memilih untuk berinteraksi sambil berjalan-jalan atau sambil melakukan aktivitas lainnya.
berkenalan dengan orang...
Saya lupa namanya tapi saya ingat wajahnya,dan saya cenderung mengingat di mana kita pertama kali bertemu.
Saya tahu nama orangnya dan saya biasanya bisa mengulang bahan percakapan kita saat itu.
Saya ingat apa yang kami lakukan bersama dan saya seperti bisa ‘merasakannya’ lagi,mengulang momen itu.
sedang santai...
Saya menonton TV,saya menonton pertandingan,mengunjungi pameran,atau pergi nonton bioskop.
Saya mendengarkan radio,menyetel musik,atau bercakap-cakap dengan teman.
Saya berolah raga,membuat kerajinan,atau membuat sesuatu dengan tanga saya.
membaca...
Sya menyukai contoh-contoh deskripsi dan saya akan berhenti sejenak untuk membayangkan deskripsi itu.
Saya paling suka narasi dan saya seperti ‘mendengar’ percakapan tokoh-tokoh ceritanya.
Saya lebih memilih cerita action,tapi biasanya saya tidak membacanya untuk kesenangan.
mengeja...
Saya memvisualkan kata-kata dipikiran sayaatau membayangkan seperti apa kata-kata itu jika dituliskan.
Saya mengucapkan kat tersebut,kadang harus keras-keras,dan cenderung mengingat tata urutan huruf-hurufnya.
Saya merasakan sesuatu dari kata tersebut dengan menuliskannya atau berpura-pura menuliskannya.
melakukan hal baru...
Saya membutuhkan peragaan,gambar,atau diagram.
Saya menginginkan instruksi tertulis dan verbal,dan saya perlu membicarakannya dengan orang lain.
Saya langsung mencobanya,terus mencoba,dan mencoba melalui beberap cara.
memasang sebuah objek...
Saya melihat gambarnya dulu lalu mungkin membaca petunjuk pemasangannya.
Saya membaca petunjuknya,atau berbicara keras saat mengerjakannya.
Saya biasanya mengabaikan petunjuk dan mencoba mencari cara memasangnya sendiri.
mengartikan mood orang lain...
Saya mengamati ekspresi wajahnya.
Saya cenderung mendengar nada bicaranya.
Saya fokus ke bahasa tubuhnya.
mengajarkan sesuatu ke orang lain...
Saya menunjukannya kepada mereka.
Saya beritahu mereka,menuliskannya,atau megajukan beberapa pertanyaan pada mereka.
Saya memperagakan pada mereka bagaimana cara bekerjanya dan menyuruh mereka untuk mencobanya juga.
Total
...
...
...
*Pilih yang paling banyak dari totalnya,berarti kamu lebih menonjol di tipe belajar        tersebut...

Minggu, 11 September 2011

Gaya Belajar


.               Gaya Belajar Visual
·      Pembelajaran Visual Eksternal
Pembelajar Visual-Eksternal memproses informasi dengan cara melihat. Mereka lebih suka mengikuti gambar dan membaca petunjuk serta seni dan musik. Walaupun cara bicara mereka cepat, tetapi jawaban umumnya singkat dan monoton. Mereka belajar dengan menulis makalah atau hasil penelitian dan mengahafal secara visual.
Mereka juga menerima satu hal berdasarkan penampilannya. Misalnya, mereka membeli kemeja karena kemeja itu tampak bagus bukan karena nyaman untuk dipakai.
Mereka juga menyukai warna dan kerapian seperti peta belajar, kertas post it berwarna cerah dan catatan yang diwarnai merupakan cara belajar yang bermanfaat bagi mereka.
Para pembelajar visual-eksternal biasanya dapat belajar dalam lingkungan yang fleksibel dan tidak terganggu dengan suara ribut. Satu hal yang mengganggu fleksibilitas mereka adalah orang yang duduk di depan mereka atau yang menghalangi pemandangan mereka.
Bagi pembelajar visual, melihat informasi itu penting. Umumnya mereka mengambil pena dan kertas untuk menjelaskan sesuatu atau mengingat sesuatu.
Oleh karenanya, bila anda mempunyai gaya belajar ini, menggunakan spidol warna ketika anda belajar. Penggunaan warna akan merangsang ingatan anda dan akhirnya dapat mengembangkan memori yang kuat.
·        Pembelajaran Visual-Internal
Pembelajar Visual-Internal adalah orang-orang yang dapat langsung membayangkan sebuah konsep. Mereka sering kali membayangkan sebuah konsep dalam gambar yang terdiri dari suatu hal yang kongkret, detail, dan nyata.
Biasanya para pembelajar dengan gaya ini, mampu mempelajari pelajaran sejarah karena ia akan lebih cepat membayangkan berada di tempat kejadian dan melihat para pelaku sejarah dan memperhatikan yang mereka lakukan. Dalam imajinasi itu, kita bisa menjadi salah satu tokoh dalam suatu masa.


2.               Gaya Belajar Auditori
·      Pembelajaran Auditori-Eksternal
Belajar dengan cara mendengarkan. Oleh karena itu, keterampilan interpersonal sangat penting. Mereka lebih suka mendengarkan kaset daripada membaca buku, dengan begitu mereka akan mengingat apa yang mereka dengar daripada yang mereka lihat. Dengan begitu, para pembelajar ini, harus memanfaatkan waktu luang mereka untuk mendengarkan kaset, dsb.
Mereka suka berdiskusi dengan orang lain mengenai apa yang sedang mereka pelajari, dan cenderung saling bergantung. Mereka selalu ingin belajar dalam kelompok atau dengan teman. Seandainyapun mereka belajar sendirian, mereka suka membantu orang lain dalam kelompok.
·      Pembelajaran Auditori-Internal
Pembelajar Auditori-Internal adalah pembelajar yang jauh lebih mandiri. Mereka akan lebih suka bekerja sendiri, belajar dalam kelompok kecil, atau belajar bersama dengan seorang teman dalam lingkungan yang sangat tenang.
Mereka tidak menyukai suasana yang ribut saat belajar, dan mereka cenderung mencari waktu yang tenang untuk merenungkan materi atau suatu hal yang baru saja mereka pelajari.
Untuk itu, para pembelajar ini harus mencatat kata-kata, kalimat, atau frase yang dianggap penting. Hal ini akan membantu kita untuk mengingat kembali apa yang baru saja dipelajari.


3.               Gaya Belajar Kinestetis
·      Pembelajaran Kinestetis-Eksternal
Pembelajar Kinestetis-Eksternal biasanya akan menyerap informasi dengan bergerak, berbuat, dan menyentuh. Pembelajar ini berpikir dengan sangat baik sambil berjalan. Mereka akan menggunakan gerakan atau ekspresi wajah yang berlebihan selam terjadi percakapan dalam komunikasi.
Pembelajar ini lebih menyukai lapangan dan suka belajar dalam lingkungan kontekstual seperti, kunjungan lapangan, eksperimen langsung, dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan mereka. Mereka lebih suka mencoba terlebih dahulu baru kemudian membaca apa yang baru saja mereka lakukan. Oleh karenanya, mereka lebih suka dengan buku yang dapat memotivasi mereka seperti, novel, action, atau laga.
Para pembelajar dengan gaya ini, sangat disarankan untuk menempatkan diri pada lingkungan yang aktif. Permainan, dinamika kelompok, dramatisasi, tebak gambar dapat membuat mereka mudah menyerap informasi. Kegiatan langsung seperti pidato, dan memperagakan sebuah skenario, adalah, hal-hal yang dapat membantu belajar.
Beberapa metode yang dapat diterapkan bagi pembelajar dengan gaya ini:
1.   Memberi warna informasi dari buku yang dibaca
2.   Memberi tanda pada setiap paragraf, kalimat, dan informasi yang dibaca
3.   Berjalan-jalan sewaktu membaca atau mendengarkan
4.   Membuat peta
5.   Memperagakan atau bermain peran
·      Pembelajaran Kinestetis-Internal
Pembelajar Kinesteis-Internal belajar dengan cara membuat kesimpulan dari apa yang mereka dengar, nada suara, tempo, isyarat, dan ekspresi wajah. Mereka juga lebih memilih lingkungan belajar yang memungkinkan mereka dapat menyimpulkan subyek yang mereka pelajari. Jadi, menurut mereka, cara orang menyampaikan lebih penting daripada apa yang dikatakannya.
Para pembelajar ini sangat mudah terganggu dengan masalah di luar dirinya, mereka perlu memahami dan menerima masalah-masalah yang mereka hadapi lalu secara bijaksana mengatasi hambatan tersebut.
Para pembelajar ini kurang ekspresif secara verbal. Mereka jarang mengangkat tangan ketika di kelas, untuk bertanya atau mengajukan pendapat. Mereka perlu selalu bertanya dalam hati mereka “Mengapa saya perlu mengetahui hal ini?” Dengan demikian, mereka termotivasi untuk mencari jalan bagaimana memahami informasi atau pelajaran yang ingin mereka kuasai.
Beberapa metode untuk membantu para pembelajar dengan gaya ini:
1.   Buat gambar-gambar
2.   Ciptakan metafor
3.   Menonton film yang berkaitan dengan materi yang sudah dipelajari